Kalla: Jangan Khawatirkan Krisis Pangan

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

Sabtu, 5 April 2008 | 19:50 WIB

BREBES, SABTU - Bangsa Indonesia tidak perlu khawatir mengalami krisis pangan. Selama ini, Indonesia memiliki potensi yang tinggi di bidang pertanian pangan. Pemerintah juga terus berupaya memberikan dukungan pada sektor pertanian, dengan meningkatkan kualitas infrastruktur, bantuan bibit , pupuk, dan menyediakan jaminan pasar.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Sabtu (5/4). Menurut wapres, saat ini merupakan saat yang menentukan bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia untuk mencapai keberhasilan di bidang pangan.

Apabila bangsa Indonesia tidak bekerja dengan baik, akan mengalami kesulitan pangan, sebab ketersediaan pangan di dunia terbatas. Namun apabila Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan, bangsa Indonesia akan berjaya karena memiliki kemampuan menjual dengan harga baik.

Wapres mengatakan, bangsa Indonesia harus optimistis mampu mencapai kejayaan di bidang pangan. Dari hasil pantauan di sejumlah wilayah di Indonesia, potensi pertanian sangat tinggi. Hamparan sawah menghijau dan subur.

"Di saat negara lain berpikir impor, sejumlah pengusaha di Indonesia mulai berpikir untuk mengekspor pangan. Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki kelebihan. Jadi saya yakin kita tidak akan mengalami krisis pangan," ujar wapres.

Meskipun demikian wapres mengingatkan, optimisme tersebut tidak sekadar menjadi catatan di buku. Optimisme harus diterapkan di lapangan, oleh para petani di wilayah Indonesia, termasuk di Brebes. Petani harus mampu meningkatkan produksi dengan meningkatkan produktifitas tanaman.

Selain itu, pemerintah juga akan berupaya maksimal guna meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya dengan menyediakan infrastruktur pengairan yang memadai. Hal itu diantaranya dengan pembangunan bendung dan perbaikan waduk.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga memberikan bibit gratis kepada petani, seperti bibit padi dan jagung. Nilai bantuan bibit mencapai lebih dari Rp 1 triliun dan tahun ini akan dilanjutkan lagi.

Selama ini, petani juga mendapatkan subsidi pupuk. Hasil pertanian padi juga diserap oleh bulog, dengan harga memadai. Dengan berbagai upaya tersebut, pendapatan bangsa Indonesia akan naik, sehingga tidak perlu khawatir mengalami krisis pangan. Justru bangsa Indonesia akan memasuki masa kejayaan di bidang pertanian.(Kompas)


WIE
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sehrlickx @ Minggu, 6 April 2008 | 14:36 WIB
rakyat tidak kuaitr pa...sudah biasa makan nasi akin,sudah biasa makan daun2 dihutan/pekarangan rumah, sudah biasa makan akar pohon....kita sudah terbiasakan tidak menjadi manusia pa.....jadi tidak usah takut berlebihan....
ENDANG.S @ Minggu, 6 April 2008 | 14:32 WIB
Pak wapres kan gak pernah ngerasain Krisis pangan, karena Pak wapres belum pernah menjadi orang kecil seperti kebanyakan orang pada umumnya. makanya pak Wapres bisa aja bilang dari a sampai z tanpa merasa bersalah, kenyataan lapangan walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 6%, tapi tidak bisa dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia, jadi siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut....???
sehrlickx @ Minggu, 6 April 2008 | 14:24 WIB
pa....anda hidup di dunia mimpi?????prakteknya beda pa....jalan2 aja masih rusak parah....pembangunan infrastruktur mana,pa????
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16