Aman dan Nyaman Bonceng Sepeda Motor
Dua pengendara sepeda motor memboncengkan lebih dari satu orang melintas di depan Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. Minimnya kesadaran pemakaian helm standar dan tidak ditaatinya peraturan lalu lintas dengan memboncengkan lebih dari satu penumpang sangat berisiko terhadap bahaya kecelakaan.
Senin, 7 April 2008 | 11:17 WIB

MEMBONCENG sepeda motor adalah hal yang lazim dilakukan. Meski tidak senyaman duduk di kursi mobil, akan tetapi kepraktisan dan waktu yang relatif lebih cepat sampai di tujuan menjadi alasan utama mengapa orang masih mau melakukan kegiatan ini.

Disadari kemudian membonceng sepeda motor bukan sekadar duduk lalu mengenakan alat keselamatan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik itu oleh penumpang atau pengendara motor demi keselamatan diri sendiri.

1. Pastikan sepeda motor memiliki bangku yang cukup dimuati oleh dua orang, jangan sampai si pengendara harus memajukan posisi duduknya yang semula karena hal ini akan mengganggu saat mengoperasikan motor. Demikian juga dengan keberadaan footpeg untuk kenyamanan kaki dan keamanan penumpang.

Perhatikan pula dengan suspensi motor dan tekanan ban, baca buku manual untuk mengetahui berapa besar suspensi dan tekanan ban yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk mengubah sudut spion, karena sedikit banyak keberadaan penumpang akan menghalangi pandangan ke belakang.

2. Nyalakan motor terlebih dahulu dan tekan rem depan saat penumpang hendak naik. Hal ini dimaksudkan agar konsentrasi pengendara bisa terfokus pada keseimbangan motor saat penumpang naik. Bagi penumpang dianjurkan untuk duduk sedekat mungkin dengan pengendara, letakkan posisi tapak kaki pada footpeg dengan benar dan jangan diturunkan meski motor dalam keadaan berhenti. Hal-hal tersebut akan lebih memudahkan pengendara saat melaju di jalan. Sesekali lihatlah keadaan jalan di depan melalui pundak pengendara serta jangan banyak bergerak saat motor tengah berjalan.

3. Bagi pengendara, beritahu penumpang saat Anda hendak melakukan manuver atau akan menemui kondisi jalan yang agak berbahaya agar penumpang pun dapat mempersiapkan diri. Jangan coba-coba memberi  kejutan pada penumpang dengan manuver-manuver Anda di jalan.

4. Harus diingat bahwa membawa penumpang di motor akan memberi pengaruh yang cukup besar saat mengontrol si kuda besi ini. Untuk itu sikap tenang dan berkendara dengan kecepatan yang wajar adalah hal bijaksana yang dapat dilakukan. (ASP)



Share on Facebook
Nilai 9 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
edi @ Selasa, 15 April 2008 | 09:49 WIB
Buat kita2 yg punyanya roda dua ya harus lebih hati2, soalnya resiko yg lebih besar menanti, lambat asal selamat perlu diingat2..
Mike Mihuse @ Jumat, 11 April 2008 | 05:44 WIB
Sangking mau berhemat. Para biker biasanya sering menjadikan jalan taya seperti circuit balap saja karena dirinya dikira Valentino Rossi. Dan sering ada yang sok Macho begicu!
irwan @ Senin, 7 April 2008 | 16:53 WIB
Punya kendaraan cuma motor, itupun masih kredit. kalo punya mobil ngapain repot cari resiko nyawa melayang.
Dhimas @ Senin, 7 April 2008 | 13:57 WIB
iya , bagus kan kendaraan ... emang bagus dan sedikit makanya 1 motor ber empat
edie @ Senin, 7 April 2008 | 13:05 WIB
Memang motor termasuk andalan angkutan kota yang murah, cepat, cukup aman ;-)
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
277