Irwandi Yusuf Minta BKSDA Kembalikan Harimau Aceh
Tim Taman Safari Indonesia tengah melakukan pemeriksaan kesehatan seekor harimau sumatera yang sudah dikarantina selama 8 bulan di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Aceh, Banda Aceh, Kamis (26/6). Lima ekor harimau sumatera yang diduga pernah memangsa manusia di kawasan hutan Aceh itu selanjutnya akan di translokasikan ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung.
Senin, 30 Juni 2008 | 22:17 WIB

BANDA ACEH, SENIN - Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf, meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengembalikan harimau tangkapan ke Aceh. Sebelumnya, 5 harimau dimaksud dipindahkan ke Lampung karena dianggap sering mengganggu masyarakat sekitar hutan.

"Pemindahan lima ekor harimau yang ditangkap di Aceh Selatan ke Lampung itu tanpa sepengetahuan saya. Saya akan panggil Kepala BKSDA, lima ekor harimau tersebut harus dikembalikan ke hutan Aceh," kata Irwandi, di Banda Aceh, Senin (30/6).

Padahal, menurut Irwandi, lima harimau itu bisa dilepaskan kembali ke hutan Aceh. Menurutnya, kondisi hutan Aceh masih memungkinkan untuk rumah bagi satwa dilindungi tersebut, seperti hutan di kawasan Ulu Masen.

"Kondisi hutan Aceh hari ini masih dalam kategori terbaik di Sumatera, bahkan Indonesia. Jadi, tidak ada alasan, jika orang mengatakan bahwa harimau tidak bisa hidup karena hutan Aceh kritis," katanya. Tapi, Irwandi  juga menyadari bahwa masalah pemindahan lima ekor harimau Aceh ke Lampung itu adalah wewenang Kementerian Kehutanan.

Meski demikian, pihaknya berharap ada koordinasi mengenai semua hal agar proses pemerintahan berjalan dengan baik. Harimau tersebut, beberapa waktu sebelumnya, mengganas di Aceh Selatan, sempat memangsa ternak, dan menyerang manusia. BKSDA dan masyarakat setempat kemudian menangkap hewan-hewan tersebut dengan dibantu tim ahli dari Taman Safari.


WAH
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
43