Digotong PRT, Kakek-Nenek Terobos Api
Jumat, 18 Juli 2008 | 09:06 WIB

JAKARTA, JUMAT - Tanpa memedulikan keselamatan dirinya, Omsya, pembantu rumah tangga, menerobos api yang berkobar-kobar untuk menyelamatkan sang majikan, pasangan kakek-nenek Suwanda Panji-Lieswani. Omsya pun menggotong satu per satu majikannya sehingga pasangan pengusaha alat pesta itu lolos dari maut.

Aksi heroik pria pembantu rumah tangga itu terjadi di rumah pasangan Suwanda Panji-Lieswani di Jalan H Kelik, Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, yang diamuk api pada Kamis (17/7) sekitar pukul 01.30. Kebakaran itu hanya menimpa rumah Suwanda yang terletak di dekat Hutan Kota Srengseng dan tidak merembet ke rumah tetangga.

Ketika api mulai membesar, Omsya terjaga dan segera keluar. Lilis, wanita PRT di rumah itu, juga terjaga dan segera keluar. Di luar Omsya dan Lilis tak mendapati majikannya. Omsya menduga, Suwanda yang berusia 70 tahun dan Lieswani yang 10 lebih muda dari suaminya kesulitan menemukan jalan keluar.

Meski api berkobar-kobar, Omsya menerjangnya dan masuk ke rumah. Di dalam rumah, ia menemukan pasangan majikannya pingsan di kamar tidur. Ruangan itu, menurut Omsya, sudah dikepung api dan penuh asap. Omsya lantas menggotong majikannya keluar rumah. "Orang pertama yang dikeluarkan oleh Omsya adalah Ibu Lieswani," ujar Basri, tetangga Suwanda, kemarin siang.

Lagi-lagi Omsya nekat memasuki rumah. Kali ini ia masuk untuk menggotong Suwanda. Pada saat yang sama, puluhan warga Jalan H Kelik telah berkumpul di depan rumah Suwanda. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sekitar setengah jam kemudian api dapat dipadamkan.

Sementara itu, Suwanda dan Lieswani yang tak sadarkan diri dilarikan ke rumah sakit. Wajah dan tangan pasangan yang memiliki belasan cucu ini mengalami luka bakar. Hingga semalam Lieswani dan Suwanda masih dirawat di rumah sakit. Adapun Omsya, meski keluar-masuk rumah yang terbakar, hanya mengalami luka ringan.

Basri mengatakan, kebakaran di rumah Suwanda diduga disebabkan korsleting listrik. "Malam itu listrik di rumah itu tiba-tiba mati, lalu ada api," katanya. Diduga api muncul dari garasi yang letaknya di samping kamar tidur pasangan Suwanda-Lieswani. (TOS)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 5 A A A
Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
triwijayanto @ Jumat, 18 Juli 2008 | 18:34 WIB
rasa kasih pada sesama Pak Omsya, melebihi rasa kasih pada dirinya sendiri..God Bless you
tarin @ Jumat, 18 Juli 2008 | 11:44 WIB
semoga pak omsya mendapat 1 tempat di surga kelak amiin
syamsul bahri @ Jumat, 18 Juli 2008 | 11:35 WIB
Jakarta ternyata masih menyimpan pahlawan. Seandainya peristiwa ini bisa ditiru oleh politisi kita. Setidaknya Indonesia bisa lebih baik dari sekarang ini.
Dr Romeo @ Jumat, 18 Juli 2008 | 11:26 WIB
Masihkah sebagian besar kita memperlakukan mereka tidak sepertinya manusia? ini pelajaran bagi kita semua, tidak ada sedikitpun rasa egois didalam dirinya walaupun nyawanya yang dia jadikan bemper. LUAR BIASA!!! Semoga Allah melimpahkan rizki yg sebesar besarnya kepada saudara Omsya dan selalu diberkahi dalam menjalani kehidupan ini oleh-Nya. amin
ax @ Jumat, 18 Juli 2008 | 11:06 WIB
Salut untuk Omsya, KETULUSAN dan KEBERANIAN yang seperti ini harus dimiliki para CAWALKOT CABUP CAGUB en CAPRES tentunya
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile87
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort