Dua Anak Jalanan Diterima Kuliah di UI
Anak jalanan di Palembang (ilustrasi)
Selasa, 19 Agustus 2008 | 09:32 WIB

DEPOK, SELASA — Dua anak jalanan yang setiap hari mengamen di terminal terpadu Kota Depok, Jawa Barat, berhasil diterima di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (FIB-UI) tahun ajaran 2008-2009.
      
Mereka adalah Ayatullah Khaimi dan Aish Alim, anak jalanan yang berprofesi sebagai pengamen di terminal Depok dan berdagang asongan di kereta api.
      
Pendiri sekolah gratis terminal Depok, Nur Rochim, Selasa (19/8) di Depok, bangga dengan prestasi yang dicapai anak asuhnya karena dengan keterbatasan sarana dan prasarana belajar-mengajar mereka dapat lolos di perguruan tinggi yang menjadi favorit di Indonesia.
      
"Saya cuma berpesan agar mereka yang tidak mampu jangan putus asa dan tidak minder, teruslah belajar agar tercapai cita-cita," katanya.
      
Ia mengatakan, anak jalanan yang bersekolah di tempat tersebut bebas mengatur jadwalnya sendiri. Mereka tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menganggu jam belajar. Dalam sehari, ada tiga sesi belajar, yakni pagi, siang, dan sore. Dengan jadwal yang fleksibel tersebut para siswa dapat mengikuti pelajaran.
      
Awalnya, kata Nur Rochim, banyak anak jalanan, pengemis cilik, dan pengamen berkeliaran di sekitar terminal Depok. Lalu, muncul ide untuk merangkul mereka melalui pendidikan. Itulah konsep awal lahirnya sekolah terminal. "Jiwa saya tergerak untuk mendirikan sekolah tersebut untuk mengubah gaya hidup mereka yang terkesan brutal, liar, dan seenaknya," kata Nur Rochim.
      
Sekolah tersebut memang gratis bagi para anak jalanan, seperti pengemis dan pengamen, yang beroperasi di sekitar terminal tersebut. Seiring waktu, karena semakin tingginya biaya pendidikan, maka peminat sekolah gratis ini meningkat tajam. Menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat bawah akibat kenaikan harga BBM semakin bertambah dengan biaya masuk sekolah yang terbilang mahal di Depok.


ABI
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ade @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:23 WIB
saya ingin tau alamat dan nomor tlp yayasan bina insan mandiri depok, karena saya ingin banget bergabung dnegan mereka dam sedikit memberikan bantuan. tolong kirim alamat dan no tlp nya ke email saya ya. thanks
toni @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 08:28 WIB
bagus krna tdak da prbdaan
Guntur @ Selasa, 19 Agustus 2008 | 20:15 WIB
Saya menjunjung tinggi Nur Rochim yang telah peduli bagi tunas2 Bangsa yang tidak mampu,sedikit sekali dikita ini meski orang paling kaya sekalipun yang peduli terhadap anak2 jalanan.Sekali lagi saya salut yang sebesar2nya semoga Tuhan memberikan berkahnya bagi mereka yang membantu anak2 / orang2 miskin.
Fren @ Selasa, 19 Agustus 2008 | 14:19 WIB
Selamat pa Rochim! anda tentunya bangga! Saran untuk Kompas, klo masukin berita kayak gini, coba dikasih info juga untuk yg mau ikutan nyumbang, dikirim kemana gitu. saya yakin, klo masuk berita, pasti banyak yang terketuk untuk memberi sumbangan, agar wadah2 seperti ini bisa berkembang lebih maju lagi. Bravo Pa Rochim! Bravo Kompas!
gerry @ Selasa, 19 Agustus 2008 | 13:17 WIB
hweiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. . .. . .. .. . . implikasi nyata dari usaha pembangunan sumber daya manusia yg tidak pilih2. . .. heheheh bravo pak Rohim bravo UI. ..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87