Presiden: Perang Itu Pilihan Terakhir
Selasa, 19 Agustus 2008 | 11:57 WIB

JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kebijakan politik luar negeri tetap bebas aktif tetapi bila ada benturan dengan kepentingan internasional, maka akan diutamakan kepentingan nasional.

Hal itu disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya dalam Foreign Policy Breakfast ke-46 untuk memperingati Ulang Tahun Departemen Luar Negeri RI ke-63 di Gedung Pancasila, Selasa (19/8).

"Bila ada konflik dengan negara lain, maka pilihan pertama adalah diplomasi. Menggunakan instrumen militer seperti perang itu pilihan terakhir dengan pertimbangan untuk mempertahankan kedaulatan pemerintah," ujar Presiden.

Ia mencontohkan dalam kasus Ambalat dengan Malaysia, saat itu kalau bangsa ini ingin perang, kita bisa memilih perang. "Tapi apa itu cocok dengan imbangan daya tempur, kekuatan militer, dan sebagainya. Kalau dari sisi emosional, kita bisa saja perang, tapi dari sisi rasional apa sudah sesuai," tambahnya.

Presiden juga sempat menceritakan ketika ia memimpin kapal perang hingga ke perbatasan Ambalat dalam pidatonya. "Saat itu ibaratnya saya nyemplung ke depan, itu sudah wilayah Malaysia. Kalau mau perang, ya kita perang, tapi kan kita juga harus pertanggungjawabkan pada bangsa dan masa depan negara nantinya," ujarnya.

Ia juga menjelaskan ke depan Indonesia harus menjadi bagian untuk membangun hubungan bilateral, regional maupun multilateral dengan negara-negara lain sebagai bagian dari politik bebas aktif.


MYS
Share on Facebook
Nilai 4.6 A A A
Ada 26 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Fiko Abdi @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 17:08 WIB
mungkin memang kita masih lemah di dirgantara dan maritim tp kita cukup banyak pasukan infantri... jadi jangan takut pak presiden, 100.000 anak bangsa siap berdiri diperbatasan menjaga tiap jengkal negeri ini...
astrawan,interlaken @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 15:47 WIB
Perang tak akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan tentu sebaliknya...dan yg mati dlm perang nggak 100% tentara tapi juga rakyat kecil dan anak anak yg nggak berdosa..maka dr itu kita harus bangga pada bapak presiden. Hindari perang dan go internasional....
yusiati @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 12:35 WIB
Saya yakin kalau yang jadi pemimpin Indonesia kita tercinta ini masih pak SBY insyaallah negara aman dan maju, karena kita sudah banyak merasakan manfaatnya.
budi mustafid @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 10:13 WIB
indonesia tu emang belum tentu kalah kalo perang walaupun persenjataan terbatas. tapi ada benarnya juga kalo kita punya senjata yang lebih baik. kayaknya kita sering diremehkan sekarang ini....
abdi saputra Gunawan @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 08:01 WIB
saya fans berat SBY!!!!!!! hidup SBY...............
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25