MOSKOW, RABU - Presiden Rusia Dmitry Medvedev dengan tegas memperingatkan negara-negara Barat akan kehilangan lebih dari sekedar hubungan diplomatik dengan Moskow apabila Barat mencoba menghukum Rusia dengan sanksi akibat terlibat perang dengan Georgia. Dalam wawancara dengan televisi Italia RAI, Medvedev menjelaskan Rusia tak gentar disingkirkan dari kelompok negara industri maju G-8.
"G-8 praktis tak berdaya tanpa Rusia karena G-8 perlu menetapkan keputusan yang mencerminkan opini negara ekonomi dan politik terkemuka dunia," kata Medvedev. "Itulah sebabnya Rusia tak takut diusir dari G-8 karena G-8 dan Rusia saling membutuhkan."
Calon presiden AS dari partai Republik John McCain merupakan diantara mereka yang menyerukan dikeluarkannya Rusia dari kelompok elit negara-negara terkaya di dunia itu. Tanpa menyebutkan nama siapapun, Medvedev menduga seruan pengusiran Rusia dari G8 berasal dari ide "pola elektoral."
"Saya menganggap seruan Rusia keluar dari G-8 berasal dari pola elektoral, yaitu keinginan untuk meningkatkan rating dengan menggunakan konflik. Apabila konflik nuklir Iran belum cukup, kenapa tidak sekaligus menyertakan isu Kaukus," kata Medvedev.
Pernyataan Medvedev itu dikeluarkan menyusul tuduhan yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Vladimir Putin terhadap AS. Vladimir Putin belakangan menuduh AS memprovokasi pertempuran di Georgia untuk meningkatkan popularitas selama berlangsungnya kampanye pemilihan presiden di AS.