Rusia Tak Gentar Hadapi Ancaman Barat
Presiden Rusia Dmitry Medvedev
Rabu, 3 September 2008 | 07:36 WIB

MOSKOW, RABU - Presiden Rusia Dmitry Medvedev dengan tegas memperingatkan negara-negara Barat akan kehilangan lebih dari sekedar hubungan diplomatik dengan Moskow apabila Barat mencoba menghukum Rusia dengan sanksi akibat terlibat perang dengan Georgia. Dalam wawancara dengan televisi Italia RAI, Medvedev menjelaskan Rusia tak gentar disingkirkan dari kelompok negara industri maju G-8.

"G-8 praktis tak berdaya tanpa Rusia karena G-8 perlu menetapkan keputusan yang mencerminkan opini negara ekonomi dan politik terkemuka dunia," kata Medvedev. "Itulah sebabnya Rusia tak takut diusir dari G-8 karena G-8 dan Rusia saling membutuhkan."

Calon presiden AS dari partai Republik John McCain merupakan diantara mereka yang menyerukan dikeluarkannya Rusia dari kelompok elit negara-negara terkaya di dunia itu. Tanpa menyebutkan nama siapapun, Medvedev menduga seruan pengusiran Rusia dari G8 berasal dari ide "pola elektoral."

"Saya menganggap seruan Rusia keluar dari G-8 berasal dari pola elektoral, yaitu keinginan untuk meningkatkan rating dengan menggunakan konflik. Apabila konflik nuklir Iran belum cukup, kenapa tidak sekaligus menyertakan isu Kaukus," kata Medvedev.

Pernyataan Medvedev itu dikeluarkan menyusul tuduhan yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Vladimir Putin terhadap AS. Vladimir Putin belakangan menuduh AS memprovokasi pertempuran di Georgia untuk meningkatkan popularitas selama berlangsungnya kampanye pemilihan presiden di AS.


JIM
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 4.89 A A A
Ada 21 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
antu.belau @ Jumat, 12 September 2008 | 23:33 WIB
asiiiik.. ini baru seru...
herry @ Sabtu, 6 September 2008 | 14:39 WIB
yawdah perang aja,,,, biar seru,,,
angga @ Sabtu, 6 September 2008 | 13:46 WIB
biar lah orang berpendapat gk usah prihatin2an,ok!
copine @ Kamis, 4 September 2008 | 13:59 WIB
Prihatin dengan komentar kalian semua yang mendukung Russia. Wong Russia agresor kok didukung. Russia dan AS sama aja. Kalo mau menunjukan solidaritas terhadap suatu negara atas dominasi negara lain (baca: AS), pilih negara yg tidak melakukan kesalahan yg sama dengan AS. Kedua sama-sama telah melakukan pelanggaran atas prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara yang menjadi landasan prinsip dlm Piagam PBB. Apa itu yg kalian puji2? kasian.....
metallica @ Kamis, 4 September 2008 | 09:50 WIB
bner2 action yg bagus, MENdeBARKan!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25