Kapal Perang AS Berdatangan di Georgia
USS Mount Whitney
Jumat, 5 September 2008 | 23:37 WIB

POTI, JUMAT - Kapal perang dari armada Mediterania Angkatan Laut Amerika Serikat telah bersandar di sebuah pelabuhan terkemuka Georgia, Jumat (5/9). Kapal perang tersebut mengangkut beberapa ton bantuan kemanusiaan ke kota Poti yang sebagian wilayahnya masih diduduki oleh ratusan tentara Rusia.  

USS Mount Whitney merupakan kapal Angkatan Laut AS yang pertama kali tiba di Poti sejak berlangsungnya pertempuran selama 5 hari antara pasukan Georgia dan Rusia bulan lalu. Terus hadirnya pasukan Rusia di Poti telah menjadi pemicu utama friksi antara Moskow dengan negara- negara Barat.

Barat mengecam Rusia yang tak menghormati kesepakatan damai dengan Georgia untuk menarik kembali pasukannya ke posisi asal sebelum berkobarnya pertempuran pada 7 Agustus lalu. Kehadiran kapal perang AS itu berlangsung saat Wakil Presiden AS Dick Cheney berkunjung ke wilayah regional, Ukraina, bekas republik Soviet yang merasa terancam oleh agresi militer Moskow.

Cheney menyampaikan janji AS di Kiev, ibukota Ukraina, bahwa AS memegang komitmen terhadap kemerdekaan dan keamanan Ukraina. Cheney menekankan Ukraina agar tidak tenggelam dalam kekhawatiran akan ancaman tirani, invasi militer serta pemerasan ekonomi dari Rusia.

Kremlin telah mengawasi dengan penuh kecurigaan terhadap kedatangan kapal USS Mount Whitney dan beberapa kapal perang AS lainnya. Namun, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan tidak ada rencana penyusunan aksi militer Moskow untuk menjawab kehadiran kapal angkatan laut AS di kawasan Laut Hitam.


JIM
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 4.08 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
achmadsofyan @ Selasa, 9 September 2008 | 13:42 WIB
biarlah mereka bertempur yang penting kita mikirin kenapa gas 3kg langka,kenapa KPU bisa keliling dunia di 14 negara,kenapa lapangan pekerjaan sulit...? kenapa..? kenapa..?
nydiasosanur @ Senin, 8 September 2008 | 18:56 WIB
menurut saya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk marah kepada AS karena 2hal. hal pertama, kapal2 AS datang untuk memberi bantuan bagi warga Poti yg sekarang bisa dibilang daerahnya berada di wilayah dalam kondisi darurat. hal kedua, keberadaan kapal AS bertugas menjaga dan meyakinkan negara sekitar daerah perang (spt Ukraina) agar merasa tenang dan aman. selain itu, yang bersalah dalam hal ini adalah Rusia karena telah melanggar perjanjian damai yang telah disepakati bersama.
tric @ Minggu, 7 September 2008 | 02:52 WIB
Jelas aku dukung Russia 100%.. untuk ngasih pelajaran ke amerika
cindana @ Minggu, 7 September 2008 | 01:48 WIB
saya berharap ini tidak menjadi perang baru, tapi selama Presiden Amerika masih George W.Bush perang akan tetap ada. Sudahlah Amerika seharusnya anda mengurus urusan dalam negeri anda yang masih belum terselesaikan
ranger_carissasos @ Minggu, 7 September 2008 | 00:41 WIB
kenapa juga amerika harus dikasi pelajaran? rusia yang melanggar perjanjian dan itu yang menyebabkan terjadinya perang ini.Rusia sebagai negara yang kuat, tidak memenuhi janji gencatan senjata karena tidak menarik semua pasukannya lagi pula AS datang membantu bukan berbuat semena-mena.AS udah melakukan langkah yang tepat dengan cara memberikan bantuan kemanusiaan. Dan itu juga sudaj menjadi tugas dari dewan keamanan untuk menjadi perdamaian dunia,jadi tak ada salahnya
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25