Bagian 8
Learn from Obama: Change We Can Believe In
Video
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Sabtu, 6 September 2008 | 00:16 WIB

BARACK Obama memposisikan dirinya sebagai seorang Change Leader, bukan hanya seorang Change Manager atau Change Agent.

Kenapa?

Walaupun belum terpilih jadi Presiden AS, Obama telah menunjukkan pada semua orang bahwa Amerika Serikat (AS) perlu berubah.

Antara lain, dia menunjukkan bahwa “War on Terrorism” yang dilakukan Presiden George W. Bush adalah sebuah tindakan yang High-Budget Low-Impact.

Bayangkan saja, sudah berapa banyak prajurit terbaik AS mati di medan perang, entah itu di Afganistan ataupun di Irak. Hitung pula, berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai perang-perang tersebut. Sampai-sampai ada buku yang ditulis Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes yang judulnya The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict!

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 4.85 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dian pane @ Rabu, 24 September 2008 | 23:42 WIB
sangat unik melihat masalah politik dari sudut marketing, gelombang marketing sudah sampai kemana-mana. seperti air yang merembes tanpa mengenal batas. untuk artikel ini, saya setuju bahwa AS dengan arogansinya sudah memberikan impact thd perekonomian dunia. tapi disisi inilah AS menunjukkan Powernya. Susah senang kita merasakannya, suatu saat kita ingin melihat bagaimana marketing mampu memberikan solusi kreatif menangkis multi effect itu...ramuan yang berasal dari "marketing politics"
Nachtzehrer @ Selasa, 16 September 2008 | 02:11 WIB
AS sebenarnya tidak pernah menang perang --> tujuan AS menyerang iraq - intinya sih ngegulingin rezim sadam then di Afganistan buat ngegulingin rezim taliban - n just like Bush said ”Mission Accomplished” The Future is Today --> then where will u bring tomorow, dont step over the naturrecht la.. Jadi, di era New Wave Marketing, everyone is marketer --> di tangan yang salah, marketing yang di lakukan -nya akan jadi bumerang buat perusahaan just do what appropriate 4 u 2 do
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299