Bagian 9
Country First vs People's President
Video
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Minggu, 7 September 2008 | 00:31 WIB

MENGIKUTI Republican National Convention (RNC) di Minneapolis-Saint Paul memang terasa bedanya dengan Democratic National Convention (DNC) di Denver.

John McCain bisa menyusul rating Barack Obama di polling dengan cara mengkontraskan dirinya.

Di DNC, Obama dan pembicara lain selalu menekankan bahwa Demokrat akan memberikan presiden yang merakyat. Sedangkan di RNC, John McCain dan pendukungnya justru terus-menerus menekankan bahwa negara dan patriotisme adalah segalanya.

Karena McCain adalah mantan tawanan perang di Vietnam, maka inilah modal terbesarnya yang bisa dikembangkan jadi tema kampanye.

Sedangkan George W. Bush yang sekarang lagi jadi ”lame duck president” mengingatkan bahwa McCain yang pahlawan perang inilah yang nantinya bisa menjaga Amerika dari terorisme.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Nachtzehrer @ Senin, 22 September 2008 | 01:50 WIB
Percuma saja Anda membangga-banggakan kehebatan produk Anda di masa lalu. Karena, cerita tentang kehebatan itu bisa hilang dalam sekejap mata lewat Internet seperti contoh ”Dell Hell” tadi. --> oke pak di tunggu giliran-nya...
Loys Gunawan @ Kamis, 11 September 2008 | 15:52 WIB
Siap Mbah.....apalagi kalo customernya mahasiswa ....fiuh.....sensitif bgt
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299