Bagian 11
From Thai Boxing to American Wrestling
Asia's Leading Marketing Strategiest
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Selasa, 9 September 2008 | 00:26 WIB

DARI tinju ala Thailand sampai ke gulat gaya Amerika.

Adalah Pak I Nyoman G. Wiryanata, Direktur Konsumer PT Telkom Indonesia, yang mengatakan istilah itu kepada saya.

Beliau ingin menggambarkan betapa kacaunya persaingan di dunia marketing saat ini, khususnya di industri telekomunikasi di Indonesia.

Bagaimana tidak. Barangkali susah dicari suatu negara yang jumlah operatornya sebanyak Indonesia. Kalau saya tidak salah catat, saat ini ada 10 operator seluler di Indonesia, baik yang berbasis GSM maupun CDMA. Mereka adalah: Telkomsel, Indosat, XL, Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Mobile 8 (Fren), Smart, Sampoerna Telekomunikasi (Ceria), Hutchison CP (3/Three), dan Natrindo Telepon Seluler (Axis).

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 4.92 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Budi Wiyono @ Rabu, 17 September 2008 | 14:21 WIB
Pak Hermawan, Sudah lama saya pengin nanya ke Bpk case ini sewaktu saya datang ke MArkPlusClub. Sayang selalu gak sempat. Bener-bener untuk Lesson learned. Seandainya Bapak berada di posisi salah satu dari mereka (provider seluler, red.), Langkah apa yang menurut bapak sebaiknya dilakukan?... Short term, medium term, long term. Fyi, saya juga bekerja di lingkungan Price War juga walau bukan di seluler, selalu pengin mendengar second opinion dari bapak, action down to earth nya. Rgds.
Alex Woodstone @ Selasa, 16 September 2008 | 09:49 WIB
Sebenarnya masih ada yang lebih parah lagi daripada american wresling yaitu: INDONESIA FOOTBALL.
Nachtzehrer @ Selasa, 16 September 2008 | 02:51 WIB
Strategi pemasaran yang kemudian digunakan adalah dengan melakukan perang harga yang tak terkendali. Semua operator seluler berlomba-lomba mengiklankan dirinya sebagai yang paling murah lewat media cetak, elektronik, maupun media luar ruang --> semoga tidak terjadi di bisnis konsultan pemasaran ya pak... n semoga tulisan anda makin lama tidak mencapai tingkat American Wrestling..
amir @ Sabtu, 13 September 2008 | 03:34 WIB
Pak hermawan, kalo ngasih contoh ato komentar tentang American Wrestling masih kurang satu: "don't try this at home!" he..he...
koch @ Jumat, 12 September 2008 | 22:48 WIB
Mr. Hermawan .. gak usah heran .. biarlah mekanisme pasar yang terjadi , gak usah diatur2 terlalu ketat, asalkan persaingan masih bersifat bersih
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299