Ledakan di Bandara Moses Kilangin Dipastikan Mortir
Ilustrasi bom
Senin, 15 September 2008 | 06:13 WIB

JAYAPURA, SENIN - Ledakan yang terjadi di gardu PLN sekitar 150 meter dari Bandara Internasional Moses Kilangin Timika, Papua, Minggu (14/9) sekitar pukul 22.00 WIT, dipastikan berasal dari mortir.

Direskrim Polda Papua Kombes Pol Paulus Waterpauw, Senin pagi, mengakui, pihaknya berhasil menemukan serpihan mortir di sekitar lokasi bersama alat yang diduga sebagai pelontarnya. "Kami belum memperoleh banyak barang bukti sehingga hari ini akan dilakukan penyisiran dan olah TKP," tutur Kombes Waterpauw.

Ledakan yang terjadi di kawasan bandara Kilangin itu hingga saat ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan dari dan ke Timika. Pusat ledakan terletak cukup jauh sehingga aktivitas di bandara itu berlangsung normal, kata Kepala KP3 Udara Timika Kompol Johanis yang dihubungi secara terpisah.


ONO
Sumber : Ant
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
aguspurwo @ Selasa, 16 September 2008 | 07:58 WIB
saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut,karena saya pernah terlibat langsung dalam pembangunan fasilitas bandara..Mozes Kilangin..sebagai team engineer, sebenarnya tujuan di bangunnya bandara tersebut untuk memberika pelayanan pada masyarakat Timika yang selama ini belum memiliki bandara yang cukup representatif..sungguh disayangkan kalau fasilits publik itu justru di rusak oleh masyarakatnya sendiri
aguspurwo @ Selasa, 16 September 2008 | 07:58 WIB
saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut,karena saya pernah terlibat langsung dalam pembangunan fasilitas bandara..Mozes Kilangin..sebagai team engineer, sebenarnya tujuan di bangunnya bandara tersebut untuk memberika pelayanan pada masyarakat Timika yang selama ini belum memiliki bandara yang cukup representatif..sungguh disayangkan kalau fasilits publik itu justru di rusak oleh masyarakatnya sendiri
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
8