AS Dorong Jual Senjata, Dunia Tidak Aman
Sejumlah rudal dan pesawat tempur dipamerkan di ruang utama Museum Militer di Beijing, China, Kamis (20/3). China sedang memamerkan senjata kuno dan modern yang berharga lebih murah, tetapi lebih canggih dan siap dijual ke pasar dunia.
Senin, 15 September 2008 | 06:19 WIB

NEW YORK, SENIN — Harian The New York Times, Minggu (14/9), memaparkan rencana pemerintahan Presiden Amerika Serikat George W Bush mendorong lebih aktif penjualan persenjataan dan perlengkapan militer, seperti tank, helikopter, pesawat jet, kapal perang, pesawat tanpa awak, hingga peluru kendali.

Penjualan senjata itu dilaporkan terkait dengan perang di Irak dan Afganistan. AS berencana meningkatkan kekuatan yang ada di dua wilayah itu. AS mendorong pembelian senjata untuk tujuan militernya di luar negeri. Namun, AS juga berupaya mendorong penjualan senjata kepada negara lain.

Harian The New York Times juga mengungkapkan, senjata dan berbagai macam perlengkapan militer itu untuk mengantisipasi ancaman serangan dari Korea Utara dan Iran.

Khusus untuk tahun ini, penjualan persenjataan dan perlengkapan militer lain buatan AS mencapai sekitar 32 miliar dollar AS, sementara tahun 2005 penjualan mencapai 12 miliar dollar AS. Selama ini fokus penjualan AS adalah ke Timur Tengah, tapi kini meluas ke Afrika Utara, Asia, Amerika Latin, Kanada, dan Eropa.

”Ini bukan perdagangan senjata ilegal, tetapi membangun dunia yang lebih aman,” sebut The Times yang mengutip komentar Wakil Komandan Angkatan Udara Bruce Lemkin.

Dua tahun terakhir, Irak telah menyepakati pembelian lebih dari 3 miliar dollar AS dan akan membeli lagi perlengkapan militer hingga 7 miliar dollar AS. Dalam tiga tahun terakhir ini, Pemerintah AS juga sepakat membeli senjata dan peralatan militer sekitar 10 miliar dollar AS terkait ketakutan pada Iran.

Departemen Pertahanan menyebutkan, Argentina, Brasil, India, Irak, Pakistan, Azerbaijan, Maroko, dan Georgia adalah pelanggan senjata AS yang baru. Uni Emirat Arab berencana membeli antirudal AS seharga 16 miliar dollar AS. Arab Saudi dan Israel—pelanggan tetap AS—juga meningkatkan pesanan. Ketua Komite Luar Negeri di DPR AS Howard Berman mengkhawatirkan peningkatan transaksi senjata justru mengancam perdamaian dunia.


luk
Sumber : Kompas Cetak
Share on Facebook
Nilai 3.5 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
james @ Selasa, 16 September 2008 | 05:47 WIB
Ketahuan nich...Amerika bikin fitnah di Irak dan Iran, biar negara2 tetangga Iran pada takut dan beli senjata dari AS. Tidakkah kita lihat berapa yang diperoleh AS dari penjualan senjata???
koyex @ Senin, 15 September 2008 | 22:03 WIB
kita jual petasan aja aja mumpung musimnya
an-nass @ Senin, 15 September 2008 | 10:52 WIB
menanti deti-detik kehancuran dunia dan seisinya... makin mendekat ke titik terakhir....
azaria @ Senin, 15 September 2008 | 10:10 WIB
Aku berdo'a semoga indonesia tidak perlu membeli senjata dari amerika. Bisa-bisa nanti jadi bulan-bulanan kayak irak. I LOVE INDONESIA, I LOVE DAMAI......
hawk@usa.com @ Senin, 15 September 2008 | 08:35 WIB
inilah NEGARA PELANGGAR HAM TERBESAR DI dunia
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25