Bagian 22
Why Men Lie and Women Cry?
Ilustrasi
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Sabtu, 20 September 2008 | 00:06 WIB

MENGAPA pria berbohong dan wanita menangis? Itulah yang ditanyakan Allan Pease dan Barbara Pease, dan sekaligus menjadi judul salah satu buku laris mereka. Selain buku itu, keduanya juga menulis buku-buku laris lainnya yang judulnya “serupa tapi tak sama”, seperti: Why Men Don’t Have a Clue and Women Always Need More Shoes, Why Men Can Only Do One Thing at a Time and Women Never Stop Talking, dan Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps.

Nah, dari judulnya saja sudah ketahuan kalau kedua penulis jelas-jelas ingin memperlihatkan adanya perbedaan mendasar antara pria dan wanita. Sebagai marketers, kita memang harus bisa memperhatikan dengan cermat karakter pria dan wanita ini. Merekalah pelanggan kita. Kalau sampai salah membacanya, akan sulit bagi kita untuk menjual produk kita kepada mereka.

Kembali ke judul di atas. Memang ada pernyataan yang bernada guyon, wanita itu sering menangis ketika mengetahui pasangan prianya bohong. Tapi sebaliknya, pria terpaksa bohong karena takut pasangan wanitanya malah menangis dan jadi emosional tidak karuan kalau diceritakan kenyataan yang sesungguhnya. Ruwet, kan?

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 4.74 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
arya @ Sabtu, 27 September 2008 | 14:35 WIB
gue bangets...bkn mau sombong but that is true'
kadek rimanta @ Sabtu, 20 September 2008 | 12:46 WIB
agreed... tapi harus lebih hati2 ama customer yg metrosexual mereka bis lebih cewe dari cewe..tp mereka bisa jd very loyal one pak hermawan kpn ke Bali lg?
hugo @ Sabtu, 20 September 2008 | 11:56 WIB
Wouw, pria "metroseksual", it's Oke. Kita tahu kebutuhan anda. Bagaimana dengan kebalikannya... wanita "metroseksual"?? Bagaimana dengan perangai, kebutuhan dan harapannya? Apakah juga kebalikan kodrati dari wanita??... salam buat semua anggota markplus club.
Andrie @ Sabtu, 20 September 2008 | 11:04 WIB
saya mau tny sm bpk Hermawan. bgmn cara'a klo kita ingin mengerti customer tpi lwt phone call sj? thx b4.. Gbu
Ganef @ Sabtu, 20 September 2008 | 07:58 WIB
Saya terkesan dgn PDB-nya Pak Hermawan
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299