Bagian 29
Only the Paranoid Survive: The Intel Way
Ilustrasi
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Sabtu, 27 September 2008 | 01:16 WIB

Most companies don’t die because they are wrong; most die because they don’t commit themselves... The greatest danger is in standing still”.

Itulah yang dikatakan Andy Grove dalam bukunya, Only the Paranoid Survive. Grove ingin menggambarkan bahwa hanya orang-orang yang paranoid-lah yang bisa bertahan di tengah pesatnya perubahan lanskap bisnis.

Walaupun buku ini tergolong cukup lama—ditulis Grove ketika ia masih menjadi CEO Intel pada tahun 1996—namun pelajaran yang bisa dipetik masih cukup relevan di era New Wave Marketing ini. Berbagai Change yang ada membuat sebuah perusahaan yang sebenarnya sudah cukup mapan seperti Intel mau tidak mau harus berubah juga.

Intel didirikan oleh Robert Noyce dan Gordon Moore pada tahun 1968 dan merupakan salah satu perintis Silicon Valley. Grove sendiri menjadi karyawan ketiga setelah kedua pendiri tersebut. Mereka bertiga ini sebelumnya sama-sama bekerja di Fairchild Semiconductor.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
nisa @ Sabtu, 4 Oktober 2008 | 22:24 WIB
heeeeeeeebbbbbbbaaaaaaaaaaaaattttttt....... Diaaja bisa... kenapa kita ga bisa?
Lindur @ Minggu, 28 September 2008 | 04:25 WIB
Bisakah pns berubah seperti itu?krn byk lpnd yg menghasilkan pnbp bagi negara.
riski yanuar @ Sabtu, 27 September 2008 | 20:32 WIB
aku pengen jadi member dari markplus club surabaya, mungkin pak hermawan bisa memberi saran buat saya untuk jadi member markplus club surabaya. suwon
yuyun @ Sabtu, 27 September 2008 | 19:56 WIB
Luar biasa,adakah pengusaha Indonesia yang seperti ini.
emmy @ Sabtu, 27 September 2008 | 12:24 WIB
wah hebat juga ya melakukan manuver yang luar biasa,kreatifdan inovativ, dan kerja keras.mestinya kita kudu bisa begitu ya kalau mau maju.. he...he
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299