Krisis Global, Presiden Perintahkan 10 Langkah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Senin, 6 Oktober 2008 | 20:16 WIB

JAKARTA, SENIN- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan 10 langkah yang harus ditempuh untuk menghadapi krisis keuangan Amerika Serikat agar tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perekonomian Indonesia.

"Adalah tugas kita membuat masalah yang sulit agar lebih mudah," kata Presiden dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Bersatu, kalangan dunia usaha, dan juga pimpinan media massa nasional, di gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (6/10).

Berikut adalah 10 langkah tersebut:

1. Terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.

2. Pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.

3. Optimalkan APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan social safety net dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.

4. Kalangan dunia usaha diminta tetap mendorong sektor riil agar dapat bergerak. "Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga.  BI dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Pemerintah juga akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.

5. Semua pihak agar lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS. "Kita harus mendorong produk kita agar kompetitif dan memiliki daya saing yang baik," katanya.

6. Galakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. "Kepada para menteri saya minta untuk memberikan insentif dan disinsentif agar penggunaan produk dalam negeri dapat meningkat, kalau perlu juga akan dikeluarkan instruksi agar pengadaan barang dan jasa di departemen mengutamakan produk dalam negeri," kata Presiden.

7. Perkuatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta. "Cegah timbulnya ketidakpercayaan dan saya ingatkan semua pihak memiliki peran yang penting," ujarnya.

8. Semua kalangan diminta menghindari sikap ego sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi. "Hilangkan budaya ego sentris dan juga kebiasaan ’bussines as ussual’," tegasnya.

9. Berkait dengan tahun politik pada 2009, semua pihak diminta memiliki pandangan politik nonpartisan serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.

10. Semua pihak diminta melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat.  Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha serta perbankan,

Sidang Kabinet Paripurna yang diperluas tersebut berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh menteri kabinet, pengusaha dan pimpinan media massa nasional.


MSH
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 4.2 A A A
Ada 29 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
budy @ Kamis, 16 Oktober 2008 | 14:27 WIB
arahan nya normatif semua...kontribusi pasar modal buat PDB nasional cuma 6 persen, semua hot money. krisis itu krisisnya orang2 kaya dan besar di jakarta. jumlahnya gak sampai 10 persen. kalau ekonomi domestik eg. pertanian kuat, pasti tidak terpengaruh. problemnya, didukung gak ama pemerintah?
conan @ Senin, 13 Oktober 2008 | 17:33 WIB
yah, demi kemajuan bangsa selayaknya kita semua mengikuti perintah-perintah dari Bapak Presiden.. jangan hanya mendukung dan mendengar saja.
Orang Kecil @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 19:56 WIB
Teori sih meyakinkan, tapi kita pesimis. Wong pejabatnya ngomong nasionalisme hanya di TV
James @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 17:54 WIB
Jangan samapi kejadian krisis 97 terjadi lagi. Karena bila iya, Indonesia benar2 kan menjadi negara yang rapuh. Karena harus di akui bahwa kri97 belumlah pulih seperti negara asia lainnya. Juga harap waspadai sektor-sektor usaha yang sifatnya "balooning". Karena sektr-sektor ini akan mengakibatkan kerapuhan saat krisis, meski menggembung namun rentan pecah dan hancur.
RamboDepok @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 17:36 WIB
Sy dukung langkah2 Pak SBY, khususnya pertahankan export non migas RI, libas semua hambatan internal yg cuma dibuat-buat saja oleh oknum birokrat (sangat setuju dengan saran Mr X
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16