Bagian 42 dari 100
The Groundswell Connection: Becoming a Civilised Catalyst
Ilustrasi
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Minggu, 12 Oktober 2008 | 02:49 WIB

ADA sebuah buku bagus dan relatif baru yang membahas relasi antara konsumen dan perkembangan Internet. Judulnya Groundswell. Buku ini ditulis oleh dua analis dari Forrester Research, Charlene Li dan Josh Bernoff.

Groundswell didefinisikan oleh kedua penulis sebagai tren sosial di mana untuk mendapatkan kebutuhannya, orang lebih memilih mencarinya dari orang lain ketimbang dari produsen atau toko. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi Internet. Contohnya saja situs eBay. Di sini orang membeli barang dari orang lain, bukan dari toko. Contoh lainnya adalah Linux. Sistem operasi ini diciptakan secara gotong-royong oleh individu-individu, bukan oleh perusahaan besar seperti Microsoft.

Buku ini memang mengupas panjang lebar fenomena groundswell. Salah satu bagian yang paling menarik adalah segmentasi pelanggan berdasarkan tingkat aktivitasnya dalam groundswell. Dalam buku ini, segmentasi tersebut disebut sebagai Profil Social Technographics. Ada 6 profil, yaitu Creators, Critics, Collectors, Joiners, Spectators, dan Inactives. Profil-profil ini sendiri digambarkan sebagai tangga. Creators adalah anak tangga paling atas karena merupakan segmen yang paling tinggi tingkat aktivitasnya, sementara Inactives berada paling bawah karena merupakan segmen yang paling rendah tingkat aktivitasnya.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 4.5 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Randi Adtia (22 tahun) @ Rabu, 15 Oktober 2008 | 01:38 WIB
Saya mungkin hanya 1 dari sekian banyak orang yang selalu membaca artikel dari anda.. terima kasih untuk artikel-artikel dan pengalamannya... semuanya sangat menarik...
niken @ Senin, 13 Oktober 2008 | 13:52 WIB
wuihhh,,,keren bgd bisa memberikan gambaran tentang dunia marketing
niken @ Senin, 13 Oktober 2008 | 13:52 WIB
wuihhh,,,keren bgd bisa memberikan gambaran tentang dunia marketing
saynoto"no" @ Senin, 13 Oktober 2008 | 10:06 WIB
luar biasa, rupanya menerapkan new wave ada tingkatan2 nya, semoga trend new wave, tidak cuma sesaat tapi dapat menjadi penopang bagi marketers. Artikel kali ini sangat bagus sekali Pak HK, menginspirasi utk mnjadi creators new wave. Sukses..
AuRoR @ Senin, 13 Oktober 2008 | 09:43 WIB
Kalau di Indonesia, Catalyst yang Civilized nampaknya paling banyak ada di FJB (Forum Jual Beli) Kaskus.us yang sudah mulai berkembang sejak tahun 2003. Disitu komunitasnya benar-benar hidup dalam berjual beli berbagai macam barang, dan ibaratnya sudah seperti e-baynya Indonesia.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299