Rusia Pancing Emosi AS dan NATO dengan Kekuatan Militer
Minggu, 12 Oktober 2008 | 09:04 WIB

MURMANSK, MINGGU - Rusia melakukan percobaan peluncuran sebuah rudal strategis ke bagian tengah Samudera Pasifik untuk pertama kalinya. Presiden Dmitry Medvedev, yang menyaksikan peluncuran itu dari kapal induk Admiral Kuznetsov, mengatakan, masalah yang ditimbulkan oleh kekacauan keuangan global tidak akan mengganggu rencana Rusia untuk menghidupkan kembali pasukan bersenjatanya, simbul bagi kebangkitan kembali Moskwa.

"Rudal terbaru Rusia, Sineva, diluncurkan oleh kapal selam berkekuatan-nuklir Tula dari posisi di bawah air di Laut Barents di kutub utara dan menghantam sebuah tempat yang tak disebutkan secara khusus dekat ekuator di Samudera Pasifik, kata seorang juru bicara angkatan laut.  "Untuk pertama kalinya dalam sejarah angkatan laut Rusia, sasaran rudal itu di bagian tengah Samudera Pasifik ketimbang percobaan Kura di wilayah Seamenanjung Kamchatka," katanya.

Televisi Rusia memperlihatkan rudal itu muncul dari perairan es Laut Barents Arctic dan menempuh perjalanan sejauh 11.547 kilometer menuju Pasifik. "Tidak ada rudal kelas ini yang pernah diluncurkan sejauh itu," kata Medvedev.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin telah memusatkan perhatiannya untuk menghidupkan kembali pasukan bersenjata yang terabaikan selama sekitar 10 tahun setelah jatuhnya Uni Soviet. Pembom strategis Rusia telah dikerahkan lagi untuk mengadakan patroli reguler di Samudera Atlantik dan dalam dalam perjalanan menuju Karibea untuk mengambil bagian dalam latihan bersama dengan musuh AS, Venezuela. Tindakan Rusia tersebut dilakukan meskipun menimbulkan kegusaran diantara negara anggota NATO ataupun AS.



Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 37 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
kusuma @ Senin, 13 Oktober 2008 | 12:54 WIB
pada ribut aja..., ada yg benci amerika, ada yg sebel rusia emangnya mereka siapa kita? kan ga ada untungnya menangin mereka. pikirin dong yg lebih berguna ghitu, gimana atasi krisis ekonomi keluarga, beli mobil, kapal pesiar, apa kek.he..he
mr_smart @ Senin, 13 Oktober 2008 | 12:03 WIB
Maju terus rusia hajar amerika... Amerika udah keterlaluan memporak-porandakan dunia baik melalui ekonomi maupun kekuatan bersenjata.. Sudah saatnya negara soviet bersatu melawan Amerika biar gk terlalu menyombongkan diri.
soft @ Senin, 13 Oktober 2008 | 11:50 WIB
rusia tidak ada apa-apanya...makanya dia berusaha unjuk gigi agar kelihatan ada "apa-apanya" di mata dunia....tong kosong nyaring bunyinya....
eddy @ Senin, 13 Oktober 2008 | 11:47 WIB
kalau rusia macam2, menjual persenjataannya ke timur tengah, pasti dihabisi oleh MOSSAD, intelejen paling ditakuti oleh timur tengah dan dunia....
Herdian @ Senin, 13 Oktober 2008 | 10:19 WIB
Alhamdulillah.. bagus.. baguss..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25