Bagian 57 dari 100
Confirm or Ignore?
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Senin, 27 Oktober 2008 | 06:06 WIB

KALAU Anda sudah biasa mengakses situs Facebook, pasti Anda sudah sangat akrab dengan judul di atas. Ya, kalau ada orang yang ingin menjadi teman Anda, ia akan meng-add Anda sebagai temannya. Lalu Anda akan mendapat pesan adanya permintaan dari orang tersebut. Selanjutnya, Anda bisa memilih, apakah memberikan persetujuan (confirm), atau mengabaikan (ignore) saja permintaan tersebut.

Kalau Anda confirm, maka tidak berapa lama kemudian akan muncul pesan bahwa Anda telah berteman dengan orang itu. Pesan ini bukan hanya muncul di halaman profil Anda, tapi juga bisa diatur sehingga orang lain yang menjadi teman Anda juga tahu bahwa Anda baru saja berteman dengan orang lain itu. Nah, apabila dalam daftar teman Anda yang sudah ada ini ternyata ada yang kenal dengan teman yang baru saja di-confirm Anda tadi, ia bisa meng-add juga sebagai temannya. Begitu seterusnya. Kelihatannya agak berliku. Namun, sekali lagi, kalau Anda sudah terbiasa dengan Facebook, pasti tidak asing lagi dengan proses seperti di atas.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 4.83 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Fadil @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 07:29 WIB
Pak HK, Terima kasih atas pemcerahannya.
r1s0aja @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 00:31 WIB
kalo facebook ato friendster cuman berfungsi sebagai emotional relevance, nge-blog bisa dapet tiga kriteria diatas... lebih cerdas, feel the emotion and spiritual relevance.... but sir, kalo spiritual relevance bisa membangung kepribadian ganda dunk? hmm....
Lukman Febrianto @ Senin, 27 Oktober 2008 | 21:08 WIB
Terima kasih atas informasi Pak Hermawan yang selalu inspiratif, membuka wawasan dan tentunya menarik. Mungkin akan jauh lebih menarik bila ada forum live online-nya - sehingga saya dapat bertanya, seperti: "Pak Hermawan, sejauh mana situs-situs social networking yang beragam tersebut, dapat benar-benar jadi real networking, yang membuat orang bertemu di dunia nyata dan melakukan aktivitas nyata, seperti berbisnis?" - dan mendapatkan respon langsung.
mumi @ Senin, 27 Oktober 2008 | 18:37 WIB
facebook emang sama sperti friendster yaitu community network. tapi lebih lengkap facebook featuresnya..... so bergabunglah ke facebook dijamin asik...
manusiahijau @ Senin, 27 Oktober 2008 | 10:12 WIB
sama aja ah kayak friendster
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299