BI Optimis Rupiah Pulih
Selasa, 28 Oktober 2008 | 06:21 WIB

JAKARTA, SELASA - Bank Indonesia (BI) optimis nilai rupiah akan pulih mencapai angka yang realistis.  

"Ya, itu bergerak realistis. Itu sangat tergantung dengan keadaan, ada supply, demand, dan fundamental dari arus devisa," kata Gubernur BI Boediono, sebelum rapat panitia kerja di DPR, Jakarta, Senin (27/10), malam.

Nilai rupiah terhadap dollar AS sempat melemah mencapai Rp 10.700 pada Senin (27/10). Sebelumnya, BI mematok nilai realistis rupiah di angka Rp 9.500.

Boediono mengatakan pihaknya akan mengendalikan tingkat likuiditas untuk menjaga nilai rupiah. "Kita tidak ingin ada lonjakan-lonjakan yang tidak masuk akal. Kita akan tetap pada posisi berada di pasar,"ujarnya.


ANI
Share on Facebook
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
david @ Senin, 1 Desember 2008 | 12:49 WIB
saya nmau agar pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi krisis global yang terjadi saat ini,oloeh karena itu diminta juga kepada masyarakat agar bekerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan agar dapat mberi peluang kepada madyarakat luas
yuli @ Rabu, 29 Oktober 2008 | 10:29 WIB
amin,,,,
kereboke @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 19:52 WIB
yang penting saat ini adalah ada duit buat beli kebutuhan pokok, masa bodo dollar berapa! gmn neh....zaman sulit duit coy........
kereboke @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 19:52 WIB
yang penting saat ini adalah ada duit buat beli kebutuhan pokok, masa bodo dollar berapa! gmn neh....zaman sulit duit coy........
abdrzk @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 17:07 WIB
Kita lihat saja. Pemimpin kita kan hanya bisa omong doang..., buktinya..??? Yang jelas rakyat makin susah dan pemimpin nya cuek buibeh (memangnya gue pikirin,yang penting gaji gua 200 juta)
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
17