Indonesia, Wilayah Terbaik Obama Sampaikan Pidato Bersejarah
Barack Obama
Senin, 22 Desember 2008 | 08:15 WIB

BRISBANE, SENIN - Indonesia adalah pilihan terbaik bagi Presiden AS Barack Obama untuk menyampaikan pidato bersejarahnya tentang perbaikan hubungan AS dan dunia Islam karena modal sosial budaya, posisi strategis, dan sistem politiknya yang demokratis.  "Sangat tepat kalau Indonesia dijadikan tempat oleh Obama untuk mulai membangun citra damai itu karena Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang setara dengan jumlah penduduk muslim dari 14 negara Timur Tengah," kata akademisi muslim Indonesia di Universitas Queensland (UQ), Akhmad Muzakki.

Kepada ANTARA di Brisbane, Senin (22/12), dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sedang merampungkan studi doktornya di UQ itu mengatakan, selain faktor penduduk, maka modal sosial budaya masyarakat Indonesia yang lebih bisa menerima perbedaan dan terbiasa dengan toleransi adalah kekuatan lain yang patut dipertimbangkan Obama.
"Dengan negara yang memiliki modal sosial budaya seperti Indonesia ini, pemerintahan Barack Obama harus menjalin  kerja sama yang baik. Indonesia juga merupakan negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Posisi politiknya di dunia internasional, khususnya Asia, pun cukup disengani," katanya.

Lebih dari itu, seandainya Presiden Obama memilih Indonesia, tempat terbaik baginya untuk menyampaikan pidato bersejarahnya itu adalah Pulau Dewata, Bali. Dengan memilih Bali, masyarakat dunia pun bisa melihat agenda maupun tujuan penting kampanye Obama itu.

Masyarakat internasional dapat melihat betapa Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslimin turut menjadi korban dari praktik radikalisme oleh segelintir orang di Bali dan beberapa tempat lain di Indonesia.  "Korban terbanyak dari aksi radikalisme itu adalah juga Muslim, dan Bali tercatat dalam sejarah sebagai tempat yang dua kali mengalami aksi kekerasan (kelompok radikal)," katanya.
       
"Di daerah turis utama dunia, Bali, yang berpenduduk mayoritas Hindu dan tetap eksis dengan tradisi agama dan budayanya itu di Indonesia yang mayoritas Muslim, maka Barack Obama bisa menyampaikan keinginan AS untuk melakukan rekonsiliasi dengan dunia Islam," kata Akhmad Muzakki.  Akhmad Muzakki mengatakan, terpuruknya citra AS di mata komunitas Muslim di banyak negara dan kemudian memicu sikap anti-Amerikanisme tidak dapat dilepaskan dari sepak-terjang pemerintahan dan sosok Presiden George W.Bush yang "cowboy".
 
Namun, pemerintah AS di masa Bush cenderung salah membaca sikap anti-Amerikanisme ini karena mereka yang bersikap anti dicap Amerika sebagai orang yang "mengalami radikalisasi dan ekstremisasi padahal mereka yang anti-Amerika tidak selalu mempunyai pemahaman ekstrimisme".  Sikap anti-Amerikanisme itu lebih disebabkan tidak tahan dengan aksi dan sikap kesewenang-wenangan AS selama pemerintahan Bush.
 
"Kasus pelemparan sepasang sepatu terhadap Presiden Bush di Irak oleh wartawan baru-baru ini kembali menjadi bukti dan sepatutnya dibaca oleh Amerika sebagai penanda simbolik. Munculnya sikap anti-Amerikanisme itu bukan apa-apa kecuali disebabkan oleh sikap ’cowboy’-nya Presiden Bush," katanya.

Dalam konteks inilah keinginan Presiden terpilih Barack Obama untuk memperbaiki hubungan AS dengan Dunia Islam sangat positif.   "Hal pertama yang harus dimunculkan pemerintahan Obama adalah interaksi yang damai untuk mewujudkan koeksistensi damai antara Amerika dan non-Amerika, termasuk Dunia Islam."

 "Sikap ’cowboy’-nya Bush sebagai pemicu utama sikap anti-Amerikanisme ini harus diperhatikan Obama. Dan, Indonesia menjadi tempat penting bagi Obama untuk mulai membangun citra damai Amerika itu," katanya.


JIM
Sumber : Antara
Share on Facebook
Nilai 3.92 A A A
Ada 30 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
soni @ Selasa, 30 Desember 2008 | 19:18 WIB
Indonesia boleh jadi negara muslim terbesar di dunia. Tapi kita harus koreksi dulu siapa Indonesia itu . Indonesia itu aja gak bisa membasmi KKN, Orangnya tidak taat hukum, Masalah di dalam negerinya masih berjuta masalah. aduh... ngaca donk.... Gimana bisa menyelesaikan masalah luar negeri... Orang diluar sanakan ( orang barat ) itu punya mata. ngapain minta tolong sama negara yang belum bisa menyelesaikan masalah sendiri.....
Budi Wiwaha @ Jumat, 26 Desember 2008 | 17:02 WIB
Umat Islam Indonesia akan bangga jika Presiden Amerika Barrack Obama datang kesini. Remember your friends in Indonesia Man !
acanus14 @ Rabu, 24 Desember 2008 | 22:32 WIB
Bravo untuk Bapak Akhmad Muzakki, yang dengan berani menyatakan agar Barack Obama berpidato tentang rekonsiliasi AS dengan dunia Islam, di Indonesia, khususnya di Bali. Feeling saya, maaf, mengatakan memang Barack tepat bila ia melakukannya di negeri ini, karena saya lihat Indonesia merupakan titik utama pertemuan semua beradaban dunia yang penuh keberagaman; hanya sistem politik yang demokratis yang menjamin eksistensi keberagaman itu.
haris @ Rabu, 24 Desember 2008 | 16:38 WIB
kok kayaknya bangsa kita suka gede rasa ya? Dari sejak kepilih ampe sekarang kayaknya kita norak banget mentang2 obama pernah tinggal di indonesia trus kita berkoar menjajakan diri berharap obama "ingat" dan "melibatkan" indonesia dalam kebijakannya. nah itu kata si dyner benr banget w sumpah malu mengaku warga indonesia knp sampai segitunya mengelulukan obama harus melibatkan kita emang siapa kita heheheh berkacalah..............................
abunawas @ Rabu, 24 Desember 2008 | 15:25 WIB
Kenapa gak di irak? Takut kena sepatu ya? Mungkin kali ini bisa kena, trus akan ada pahlawan baru,,hehehe.Peace,,,
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
282